Satu Dasawarsa Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC)

Tidak ada yang meragukan fakta ini: Teknologi seluler begitu lekat dengan generasi muda Indonesia. Melalui teknologi ini, setiap orang dapat lebih terhubung dengan orang-orang lainnya hanya dengan menggunakan pulsa dan telepon seluler yang tersedia dalam genggaman.

Namun, teknologi seluler saja tidak cukup. Mengimplementasikannya bersama dengan teknologi internet juga tidak kalah penting dan, pada akhirnya, memang itulah yang terjadi. Ponsel pintar kini tidak hanya “bersahabat” dengan pulsa, tetapi juga paket internet. Keduanya satu napas, menjadi kebutuhan primer anak muda, dan barangkali telah menggeser sandang, pangan, dan papan untuk tingkat urgensinya.

Kala itu, Indosat melihat potensi raksasa atas fenomena ini. Pada 2006, mereka meluncurkan sebuah program bernama Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC). IWIC (yang kini menjadi Indosat Ooredoo Wireless Innovation Contest) merupakan kompetisi aplikasi mobile pertama di Indonesia yang bertujuan untuk merangsang minat generasi muda di dunia digital. Ajang kompetisi aplikasi mobile ini juga bertujuan untuk memenuhi kebutuhan talenta digital Indonesia di tengah tingginya tren penggunaan aplikasi online saat ini.

Langkah Indosat Ooredoo tepat. Kehadiran selama satu dekade secara konsisten dengan total 7.111 ide dan aplikasi mobile yang inovatif membuat IWIC menjadi salah satu program kompetisi aplikasi terkemuka di Indonesia. Beberapa karya bahkan telah menjadi aplikasi komersial yang memudahkan masyarakat.

Pada penyelenggaraan di tahun ke-10 ini, IWIC Go Global untuk menyejajarkan talenta digital Indonesia dengan pemain internasional melalui kompetisi penciptaan ide dan aplikasi bertemakan #ChangeTheWorld. Tema ini digunakan seiring dengan banyaknya aplikasi mobile yang diciptakan untuk memudahkan hidup masyarakat banyak.

Keberhasilan tersebut yang mendorong IWIC ke-10 tahun ini melakukan “go global” guna menunjukkan kepada dunia global bahwa Indonesia tidak hanya sebagai negara pengguna namun juga pembuat aplikasi mobile yang siap bersaing di kancah internasional.

Salah satu aplikasi buatan Indonesia yang siap bersaing adalah Traveloka. Aplikasi yang identik dengan warna biru muda dan putih ini merupakan aplikasi yang wajib dimiliki oleh anak muda Indonesia. 

Melalui layanan ini, kita dimungkinkan untuk mengisi pulsa kapan saja dan di mana saja, termasuk bagi pengguna im3 Ooredoo dan mentari Ooredoo. Bagaimanapun, ilham untuk berinovasi bisa datang dari mana saja, bukan?

IWIC ke-10 menghadirkan  berbagai  kategori yang dapat diikuti, salah satunya adalah Special Category for Women & Girls seiring dengan komitmen Indosat Ooredoo untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan melalui program women connected to mobile internet. Peserta dapat mengirimkan ide dan aplikasi yang mampu membantu aktivitas perempuan baik itu dalam profesinya atau dalam keseharian. Kategori ini dihadirkan untuk meningkatkan jumlah perempuan yang terhubung dengan internet agar kualitas kehidupannya dapat meningkat. Terdapat juga Disabled Category yang berawal dari semangat Indosat Ooredoo untuk menghadirkan dunia digital bagi semua, tidak terkecuali bagi masyarakat yang berkebutuhan khusus.

Selain itu, ada juga Kids, Teens, University Student and Public, serta Developers Category yang dapat diikuti oleh peserta sesuai jenjang usia. Seluruh kategori akan berkompetisi untuk ide dan aplikasi di bidang Communications, Lifestyle & Education, Multimedia & Games, Utility (tools, security, ideas/apps for disabled), tourism, dan Social Innovation.  Peserta dapat membuat ide dan aplikasi untuk diaplikasikan di sistem operasi Android, Apple, Symbian, Blackberry, dan Windows Phone.

Rangkaian program IWIC ke-10 antara lain roadshow ke kampus di Indonesia, kopi darat dengan komunitas developer, Pesta Digital Anak Indonesia, Hackathon, dan Bootcamp menjelang Final IWIC.

Pada penyelenggaraan IWIC ke-10, Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Kompas Gramedia, Techinasia, Dicoding, HarukaEdu, Cody’s App Academy dan Yayasan Cendikia Indosat.

Salah satu inovator yang lahir dari ajang IWIC adalah Sandy Colondam. Sandy merupakan pemenang utama IWIC sebanyak 6 kali (tahun 2008, 2009, 2010, 2011, 2013, 2015).
Sandy Colondam
Sandy Colondam via indosatooredoo.com

Sandy adalah Co-Founder PicMix, sebuah aplikasi social photo/video sharing yang sudah memiliki 27 juta pengguna seluruh dunia. Bersama Indosat Ooredoo, Sandy juga mengembangkan aplikasi Ragunan dan Surabaya Zoo yang kaya akan fitur-fitur canggih dan konten yang menarik.

Menurut Sandy, pada setiap kesempatan mengikuti IWIC dan menjadi salah satu dari finalis, banyak sekali hal yang ia pelajari dan dapatkan, di antaranya adalah teman-teman baru untuk sharing ide dan saling menantang ide masing-masing, ilmu dari sesi bootcamp yang dipandu oleh technopreneur ternama, kesempatan memotivasi diri untuk melakukan presentasi, serta kesempatan menjual ide yang ia bangun kepada tim juri. Menurutnya, semua pengalaman itu jauh lebih berharga dibandingkan dengan nominal hadiah yang ia terima.

Pada setiap tahun penyelengaraannya, Sandy merasakan bahwa kompetisi berjalan semakin ketat, namun sarat dengan ilmu dan pengalaman yang baru. Yang menarik dari IWIC baginya adalah meskipun menggagas konsep ‘’pengembangan aplikasi’, namun peserta berdatangan dari berbagai kalangan, tidak terbatas hanya pada kalangan mobile apps programmer. Hal ini dimungkinkan karena IWIC membuka kesempatan bagi siapa pun untuk mengirimkan proposal berbentuk ide saja.

Setiap tahun, Sandy sendiri selalu mengirimkan 3-5 proposal berupa ide. Baginya, itulah hal termudah yang bisa dilakukan siapa saja. Sandy juga mengajak Anda semua untuk menantang diri sendiri, memikirkan sebuah ide yang dapat menyelesaikan masalah dan meningkatkan kualitas hidup manusia, lalu berpartisipasi di IWIC.

Tertarik untuk melakukannya?

Must read×

Top